Yuk Cari Tahu, Kelebihan dan Kekurangan Xiaomi 12T

Meluncur sebagai perangkat kelas atas, Xiaomi 12T tentu saja dapat menjadi salah satu pilihan yang cukup layak dipertimbangkan saat membutuhkan handphone baru penunjang aktivitas harian.

Handphone anyar dari Xiaomi ini soalnya mengusung spesifikasi yang cukup menarik selayaknya perangkat flagship secara umum. Termasuk di antaranya mulai dari kamera, layar, teknologi pengisian cepat, hingga fitur-fitur tambahan.

Meskipun begitu, Xiaomi 12T tetap perangkat yang belum sempurna. Masih ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum meminangnya. Kamu yang penasaran dapat menyimak secara lebih rinci dalam rangkuman kelebihan dan kekurangan berikut.

Spesifikasi Xiaomi 12T

Yuk Cari Tahu, Kelebihan dan Kekurangan Xiaomi 12T

  • Layar AMOLED 6.66 inci
  • Chipset MediaTek Dimensity 8100-Ultra
  • RAM 8 GB
  • Memori Internal 256 GB
  • Kamera 108 MP (wide) 8 MP (ultrawide) 2 MP (macro)
  • Baterai Li-Po 5000 mAh

Spesifikasi selengkapnya…

Kelebihan Xiaomi 12T

Mau tahu apa yang membuat Xiaomi 12T layak Kamu miliki? Tida perlu menerka-nerka, karena Kamu sudah bisa ketahui jawabannya melalui poin-poin berikut ini.

1. Performa Gegas dengan Chipset Dimensity 8100 Ultra

Xiaomi 12T selangkah lebih maju dengan menggunakan versi chipset yang telah dikustomisasi, yakni Dimensity 8100 Ultra. Dilansir dari GSM Arena, Xiaomi telah memodifikasi chipset ini agar punya kapabilitas ISP dan APU yang lebih baik. Tidak hanya itu, efisiensi daya pada CPU dan GPU-nya pun ditingkatkan.

Selain membuat performa gaming lebih mulus, hasil modifikasi tersebut juga meningkatkan kualitas hasil foto dengan cara mengurangi noise, serta tingkatkan pengalaman perekaman video pada kondisi minim cahaya.

Kalau dilihat dari kapabilitas chipset ini, Dimensity 8100 setara dengan Snapdragon 888 dan 888+ yang jadi chipset terbaik di tahun 2021. Ya, tampaknya performa Xiaomi 12T memang tidak akan segahar Xiaomi 12T Pro ataupun Xiaomi 12 yang pakai Snapdragon 8 Gen 1.

Untuk spesifikasinya sendiri, tidak ada yang berbeda antara Dimensity 8100 Ultra dengan yang biasa. Ia masih dibekali dengan konfigurasi delapan inti prosesor (octa-core) yang mencakup empat inti performa Cortex A78 (2.85 GHz) serta empat inti Cortex A55 (2.0 GHz).

Chipset yang dirilis pada kuartal pertama tahun 2022 tersebut juga hadirkan Mali G610 MC6 sebagai kartu pengolah grafisnya (Graphical Processing Unit). Sementara pada sisi ISP-nya, ia menganut MediaTek Imagiq 780. Tersedia juga MediaTek APU 580 sebagai APU-nya (AI Processing Unit).

Dimensity 8100 Ultra ini mendukung tipe RAM LPDDR5 dengan UFS 3.1 sebagai tipe storage-nya. Selain itu, ia juga mendukung maksimal kamera dengan resolusi 200 MP, serta menyanggupi perekaman video 4K.

Selain menghadirkan chipset bertenaga untuk segala kebutuhan berat, Xiaomi 12T juga turut dibekali RAM 8 GB yang disandingkan dua opsi memori internal, yakni 128 GB dan 256 GB. Sayangnya, tidak terdapat card slot untuk mengekspansi storage.

2. Layar Unggul dengan Ukuran Lebar, dan Resolusi di Atas Rata-rata

Kualitas layar jadi salah satu kelebihan yang dimiliki Xiaomi 12T. Ponsel ini nyaris memiliki semuanya – panel layar AMOLED dengan dukungan 68 miliar warna, laju penyegaran 120 Hz, hingga HDR10+.

Bahkan, layar yang memiliki dimensi 6.67 inci tersebut punya resolusi tinggi di atas rata-rata, yakni 1220 x 2712 piksel.

Melebihi resolusi layar ponsel rata-rata di angka 1080p (Full HD+), Xiaomi 12T dapat menampilkan ketajaman yang memanjakan mata. Oh ya, tingkat kerapatan piksel di layar ini juga sangat tinggi, sebesar 446 ppi (pixel per inch).

Agar dapat menerima sentuhan jari dengan lebih cepat, layar juga dikemas dengan touch sampling rate sebesar 480 Hz. Kini saat Kamu bermain gim kompetitif, Kamu dapat menyerang musuh terlebih dahulu kendati menekan tombol di saat yang sama.

Bukan itu saja, dikatakan juga bahwa kecerahan terendah yang bisa didapat layar tersebut adalah 1.9 nit. Karena menggunakan layar AMOLED, kontras rasio yang didapat pun tidak terbatas.

Cukup menyenangkan mengetahui Xiaomi 12T punya kecerahan layar yang meningkat dibanding Xiaomi 11T. Diketahui, sang pendahulu tersebut meraih kecerahan maksimal 498 nit (Manual) dan 798 nit (Auto).

3. Ketahanan Baterai Awet dengan Fast Charging 120 W

Yuk Cari Tahu, Kelebihan dan Kekurangan Xiaomi 12T

Xiaomi 12T sendiri dilengkapi dengan kapasitas baterai 5.000 mAh pada port pengecasan USB Tipe-C 2.0.

Berlanjut ke kemampuan fast charging-nya, Xiaomi mengklaim ponsel ini dapat dicas dari 0-100% dalam waktu 19 menit.

HP ini menyediakan fitur boost charge yang dapat meningkatkan kecepatan pengecasan. Saat mode ini digunakan, layar benar-benar dalam kondisi mati saat proses pengecasan guna menghindari overheating. Penggunaan mode ini membuat durasi pengisiannya terpangkas menjadi 21 menit saja.

4. 108 MP Triple Camera

Xiaomi 12T juga hadir dengan konfigurasi Triple Camera di punggung.

Resolusi kamera utamanya pun sama-sama 108 MP, dengan kehadiran dua lensa pendamping untuk menangkap foto-foto lebih beragam. Jika Xiaomi 11T hadir dengan kamera ultrawide 8 MP dan telefoto makro 5 MP, Xiaomi 12T sedikit berbeda.

Masih mempertahankan kamera ultrawide dengan resolusi sama, kini telemakro-nya diganti dengan kamera makro biasa. Resolusinya pun berkurang menjadi 2 MP. Terlepas dari itu, setidaknya resolusi kamera HP ini masih lebih unggul dibandingkan Xiaomi 12 dengan sensor 50 MP.

Secara lengkap, Xiaomi 12T ini menghadirkan kamera utama Samsung ISOCELL HM6 dengan resolusi 108 MP, ukuran 1/1.67 inci, serta apertur f/1.7. Sebagai kamera keduanya, hadirlah sensor ultrawide 8 MP (FOV 120 derajat) berupa Samsung S5K4H7 ISOCELL Slim berukuran 1/4 inci.

Barulah kamera ketiganya memperkenalkan sensor GalaxyCore GC02 berukuran 2 MP dengan bukaan f/2.4. Untuk menunjang kebutuhan selfie, vlogging, atau video call, Xiaomi 12T dikemas dengan kamera depan Sony IMX596 dengan apertur f/2.2.

Pada kamera utamanya, terdapat fitur OIS untuk menstabilkan viewfinder dan terhindar dari isu guncangan. Menariknya, Night Mode tidak hanya tersedia untuk kamera utama melainkan juga pada kamera ultrawide-nya.

Kendati punya resolusi kamera utama lebih besar dari Xiaomi 12, nyatanya varian “T” ini hanya mendukung resolusi perekaman video hingga 4K di 30 FPS. Alih-alih Xiaomi 12 yang sudah mendukung 8K.

Selain menyuguhkan mode full 108 MP, mode default ponsel ini memanfaatkan teknologi filter warna Nona Bayer untuk hasilkan output 12 MP yang lebih kaya akan detail dan pencahayaan.

5. Konektivitas Serba Ada, Fingerprint Scanner Akhirnya Pindah ke Layar

Karena ini merupakan ponsel kelas upper midrange (bahkan nyaris menyentuh harga flagship), tentu tidak afdol jika tidak diiringi dengan konektivitas yang unggul dan beragam.

Merupakan salah satu HP Xiaomi, jelas saja ponsel ini turut hadir dengan IR Blaster (infrared) sehingga bisa dialih-fungsikan sebagai Universal Remote. Tanpa harus terhubung ke internet, HP bisa disetel agar dapat memindah-mindahkan channel TV layaknya remote biasa.

Bahkan pada sisi jaringan WiFi-nya, sudah mendukung protokol WiFi 6 dengan kecepatan unduhan dan unggahan yang meningkat. Cocok untuk diikutsertakan dalam ekosistem Smart Home di rumah Kamu.

Xiaomi 12T juga disertai Bluetooth 5.3, yang notabene merupakan versi Bluetooth tertinggi di dunia saat ponsel ini diluncurkan. Tentunya, mendukung juga kodek A2DP dan LE.

Versi tinggi tersebut membuat jaringan Bluetooth bisa mendeteksi perangkat lain dengan jangkauan lebih luas, sekaligus meminialisir latensi saat pakai True Wireless Speaker (TWS).

Yang mencengangkan lagi, akhirnya sensor pemindai sidik jari sudah tak lagi di samping seperti pendahulunya, tapi sudah terbenam di dalam layar (under display fingerprint).

Kami sendiri cukup anek saat melihat Xiaomi 11T yang masih pakai sensor di samping, padahal sudah pakai layar berpanel AMOLED.

Pengguna pun disuguhkan dengan NFC (Near Field Communication) yang bisa digunakan untuk mengecek dan mengisi saldo eMoney. Memang sih tidak sebagus NFC dual side (360 derajat) yang ada di realme GT Neo3. Tapi, NFC di Xiaomi 12T juga tetap fungsional, kok.

6. Desain Bodi yang Menawan

Yuk Cari Tahu, Kelebihan dan Kekurangan Xiaomi 12T

Jangan khawatir, kali ini Kamu tidak akan menyaksikan desain bodi hasil recycle seperti yang dilakukan POCO M5s kepada Redmi Note 10s. Sebagai HP yang terbilang premium, Xiaomi 12T tentu hadir dengan desain yang fresh dan benar-benar baru. Iya, ‘kan?

Well, sebenarnya tidak fresh-fresh amat juga sih, mengingat tampilannya yang agak mirip dengan pendahulunya, Xiaomi 11T, dan juga Xiaomi 12. Tapi, setidaknya Xiaomi 12T dikemas dengan desain modul kamera yang dibuat cukup berbeda dari kedua ponsel tadi.

Xiaomi 12T meletakkan satu lensa besar (diyakini sebagai kamera utama), dengan dua lensa pendamping berjejer vertikal di bawahnya.

Jika dilihat, susunan kamera ini lebih mirip dengan Xiaomi 12. Bedanya, kini Xiaomi 12T meletakkan sensor utama tersebut di atas background berwarna hitam.

Yang membuat kami cukup terheran adalah Xiaomi 12T mengusung desain bodi melengkung. Tidak lagi flat edge seperti sejumlah ponsel lain yang dirilis berdekatan dengan HP ini.

Padahal, flat edge akan membuat grip di tangan lebih nyaman alih-alih sisi melengkung yang cenderung sulit dipegang. Meski demikian, GSM Arena mengatakan bahwa frame HP ini tidak begitu licin.

Bodi belakangnya sendiri dibuat dengan bahan material kaca, tidak lagi plastik polikarbonat seperti ponsel-ponsel budget pada umumnya. Sehingga, feel yang terasa di tangan pun lebih premium. Oh ya, Xiaomi 12T sendiri tersedia dalam tiga varian warna yaitu hitam, perak, dan biru.

Kekurangan Xiaomi 12T

Setelah Kamu mengetahui kelebihan-kelebihan Xiaomi 12T, kini waktunya cari tahu juga hal-hal yang perlu diperhatikan soal HP ini. Meski berada di kelas harga premium, bukan berarti Xiaomi 12T hadir tanpa cela. Berikut ini adalah kekurangannya.

1. Tanpa Lensa Telefoto

Xiaomi 12T memang penuh dengan fitur canggih, tapi ada satu yang tampaknya absen dari konfigurasi kameranya: kamera telefoto.

Bukan cuman itu, bahkan kamera telemakro yang ada di Xiaomi 11T malah dihilangkan dan diganti dengan makro biasa. Dengan resolusi lebih rendah pula.

Tanpa telefoto, pengguna tidak mampu melakukan zoom optik (lossless) sehingga hanya bisa mengandalkan zoom digital biasa.

Sebagai informasi, zoom digital sebenarnya tidak dapat dikatakan sebagai zoom, karena sekadar melakukan crop pada bagian tengah. Itu mengapa, terdapat penurunan kualitas secara drastis saat melakukan zoom digital.

2. Layar Tidak Mendukung Dolby Vision

Salah satu kekuatan terbesar Xiaomi 12T terletak pada layarnya. Apalagi, ponsel ini sanggup hadirkan imersi lebih mendalam dibandingkan Xiaomi 12 reguler, lantaran punya ukuran yang mentereng.

Tapi ada satu hal yang membuatnya kalah saing ketimbang ponsel “sebaya”-nya, yakni absennya sertifikasi Dolby Vision. Lalu, apa itu Dolby Vision dan mengapa ini cukup penting?

Jadi, Dolby Vision adalah sebuah standar sinematik yang dapat meningkatkan pengalaman visual saat lakukan kegiatan hiburan, sebut saja ketika menonton film. Dolby Vision memiliki rentang dinamis yang sangat luas, serta hadirkan reproduksi warna yang lebih mendalam lantaran mendukung 12 bit.

Untungnya, layar Xiaomi 12T masih dihadirkan dengan standar kualitas HDR10+, sehingga mendukung metadata dinamis dan juga HDR yang oke punya.

Namun, dikutip dari laman reliancedigital.in, HDR10+ hanya mendukung kedalaman warna 10-bit alias sekitar 1024 warna primer. Beda dengan Dolby Vision dengan 12-bit, mendukung sekitar 4096 warna primer.

3. Tidak Lagi Suguhkan Frame Aluminium

Finishing bodi Xiaomi 12T memang sungguh terlihat memesona. Akan tetapi, rupanya ia mengalami kemunduran ketimbang Xiaomi 11T yang duluan memasuki pasar setahun sebelumnya.

Entah mengapa, di tahun 2022, Xiaomi memutuskan untuk menggunakan bahan material plastik pada frame varian “T” series. Padahal, Xiaomi 11T dihadirkan dengan bingkai berbahan metal alias aluminium yang membuatnya terasa lebih kokoh dan premium.

Bukan itu saja, lapisan Corning Gorilla Glass yang menyelimuti layar ponsel juga kini menggunakan versi yang inferior. Alih-alih Victus yang digunakan Xiaomi 11T, justru Xiaomi 12T hanya menggunakan Gorilla Glass 5 yang notabene dua generasi lebih lawas.

Perbandingan kedua versi ini cukup signifikan. Sementara Victus dapat meminimalisir kemungkinan retak dari kejatuhan hingga 2 meter, jarak ketinggian tersebut hanya 1,2 meter pada Gorilla Glass 5. Jadi, pastikan Anda lebih berhati-hati lagi jangan menjatuhkan ponsel ini ke permukaan keras.

4. IP Rating Kalah Saing

Cukup wajar sebuah HP flagship dilindungi dengan sertifikasi Ingress Protection, supaya smartphone tidak mudah rusak ketika berhadapan dengan debu dan air.

Sertifikasi tersebut biasa disingkat menjadi “IP” dan diikuti oleh dua digit. Digit pertama menandakan ketahanan terhadap debu (maksimal di angka 6), dan digit kedua menandakan ketahanan terhadap air (maksimal di angka 8, tapi ada juga smartphone rugged yang berada di tingkatan 9).

Nah, Xiaomi 12T sendiri rupanya hanya dibekali dengan IP53, yakni sekadar membuatnya terlindungi dari tumpahan air seperti gerimis atau tetesan air minum. Ini dia yang bikin sejumlah penggiat ponsel geleng-geleg kepala.

Pasalnya, sertifikasi IP53 sendiri lebih umum dimiliki oleh ponsel seharga 2-3 jutaan. Ini merupakan salah satu tingkatan IP terkecil yang pernah ada di ranah smartphone. Melihat kelas harganya, mestinya sih Xiaomi 12T sudah pakai IP68, atau setidaknya IPX4.

 

 

Cek Artikel Xiaomi.co.id lainnya di Google News