Apa Saja Kelebihan dan Kekurangan Xiaomi 12T Pro

Sebagai pendatang baru, Xiaomi 12T Pro kini menjadi handphone flagship andalan Xiaomi di pasar global karena pertama kalinya mengusung kamera utama beresolusi 200MP.

Handphone baru ini juga menggunakan chipset Snapdragon 8+ Gen1 buatan Qualcomm yang paling kencang untuk sekarang ini.

Meskipun mengunggulkan fitur-fitur kamera dan ditenagai dengan chipset yang sudah mampu memfasilitasi berbagai aktivitas aplikasi ringan, berat, hingga multitasking, Xiaomi 12T Pro juga memiliki beberapa kekurangan di antara kelebihannya.

Secara tampilan, perangkat ini pun juga sudah mendukung spesifikasi yang baru sehingga mata pengguna akan dimanjakan dengan pergerakan yang mulus dan kecerahan gambar yang jernih. Di samping itu pula, baterai handphone ini cukup besar.

Lebih detailnya mengenai kelebihan dan kekurangan Xiaomi 12T Pro dapat kamu lihat dengan lengkap sebagai berikut.

Spesifikasi Xiaomi 12T Pro

Apa Saja Kelebihan dan Kekurangan Xiaomi 12T Pro

  • Layar AMOLED 6.66 inci
  • Chipset Qualcomm Snapdragon 8+ Gen 1
  • RAM 8 GB, 12 GB
  • Memori Internal 128 GB, 256 GB
  • Kamera 200 MP (wide) 8 MP (ultrawide) 2 MP (macro)
  • Baterai Li-Po 5000 mAh

Spesifikasi selengkapnya…

Kelebihan Xiaomi 12T Pro

Setelah tahu spesifikasi dari Xiaomi 12T Pro, mungkin Kamu masih menyimpan rasa penasaran dengan smartphone premium yang satu ini. Yuk, ketahui berbagai kelebihannya berikut ini!

1. Salah Satu Kinerja Terbaik dengan Snapdragon 8+ Gen 1

Pada tahun 2022, chipset yang jadi primadona HP premium adalah Snapdragon 8 Gen 1 dan varian “plus”-nya, yakni Snapdragon 8+ Gen 1. Tidak terkecuali Xiaomi 12T Pro ini yang hadir menggunakan Snapdragon 8+ Gen 1.

Snapdragon 8+ Gen 1 dibangun atas manufaktur 4 nm N4 (TSMC) yang mencakup konfigurasi delapan inti prosesor, atau yang lumrah disebut “octa-core”. Kedelapan inti ini terbagi jadi tiga klaster.

Klaster pertama adalah klaster prima berisikan satu inti Kryo Prime dengan clock speed 3.2 GHz, berbasiskan Cortex X2. Klaster keduanya merupakan klaster high performance yang punya tiga inti Kryo Gold berkekuatan 2.75 GHz, berbasiskan Cortex A710.

Barulah untuk menangani aktivitas-aktivitas lebih ringan, tersedia klaster hemat daya yang meliputi empat unit Kryo Sliver bertenagakan 2.0 GHz, berbasiskan Cortex A510.

Chipset ini merupakan SoC Qualcomm kedua setelah Snapdragon 8 Gen 1 yang gunakan arsitektur ARMv9, hadir pada kuartal kedua tahun 2022. Agar dapat menjalankan rendering grafis dengan nyaman dan kencang, chipset ini juga bawakan GPU (Graphical Processing Unit) berupa Adreno 730 berkekuatan 900 MHz.

Xiaomi 12T Pro turut dikemas dengan memori internal UFS 3.1 berkapasitas 128 GB atau 256 GB. Dipadankan dengan RAM LPDDR5 sebesar 8 GB. Ponsel juga menyediakan opsi penambah RAM secara virtual hingga 3 GB.

2. Salah Satu Layar Terbaik di Industri

Sebuah fakta menarik dari layar Xiaomi 12T Pro spesifikasinya nyaris tidak ada bedanya dengan Xiaomi 12T reguler. Keduanya sama-sama unggulkan panel AMOLED super cerah dengan dukungan 68 miliar warna, laju penyegaran 120 Hz, dan juga sertifikasi HDR10+.

Bahkan resolusinya pun sama, alias di angka 1220 x 2712 piksel pada aspek rasio 20:9. Ponsel di kelas flagship memang cenderung umum hadirkan resolusi di atas rata-rata, alias tidak lagi Full HD+ 1080p.

Selain HDR10+, Xiaomi 12T Pro juga hadir dengan sertifikasi Dolby Vision. Ini merupakan keunggulan yang tidak dimiliki Xiaomi 12T reguler. Dengan Dolby Vision, layar bisa tampilkan konten HDR dengan kedalaman warna 12 bit serta suguhkan rentang dinamis yang begitu luas.

Panel AMOLED HP ini memiliki kontras rasio tidak terbatas, dengan tingkat kecerahan mencapai 913 nit saat mode Auto, dan mencapai 509 nit saat slider-nya digeser hingga mentok kanan, dikutip dari GSM Arena.

Menariknya lagi, Kamu sungguh-sungguh disajikan dengan opsi profil warna melimpah, bahkan sampai bisa disetel secara custom.

Secara bawaannya, layar mengusung profil warna Vivid yang tampilkan gamut DCI-P3. Kamu bisa menggantinya ke profil original yang mendukung gamut sRGB, atau saturated yang hadirkan warna menyala.

3. Resolusi Kamera 200 MP

Apa Saja Kelebihan dan Kekurangan Xiaomi 12T Pro

Xiaomi 12T Pro kini dirilis dengan resolusi tinggi 200 MP. Kamera utama yang tercakup dalam konfigurasi Triple Camera ini menggunakan sensor Samsung HP1 pada bukaan f/1.7 dan ukuran sensor 1/1.22 inci. Lensa yang turut dibekali OIS ini menggunakan teknologi pixel binning 16 ke 1 untuk hasilkan output beresolusi 12.5 MP.

Resolusi perekaman video yang didukungnya mencapai 8K di kecepatan 24 FPS. Sedikit menurun dibandingkan Xiaomi 11T Pro yang mendukung 30 FPS. Kamera HP ini juga disematkan dengan stabilisasi untuk aktivitas kreasi konten yang lebih maksimal.

Adapun untuk kamera depannya, menggunakan sensor Sony IMX596 dengan resolusi kamera 20 MP, punya bukaan f/2.2 serta berukuran sensor 1/3.47 inci.

Kamera depan ini menggunakan teknologi Quad bayer yang gabungkan empat piksel berdekatan menjadi satu piksel raksasa, hasilkan output gambar 5 MP.

Dilansir dari GSM Arena, Xiaomi 12T Pro ini punya dua mode resolusi tambahan pada kamera belakang. Selain 12,5 MP yang jadi bawaannya, kamera hadirkan mode 50 MP dan 200 MP. Disebutkan bahwa mode 50 MP menghadirkan peningkatan kualitas gambar dibanding 12,5 MP.

4. Kualitas Suara Menakjubkan, Punya Stereo Speaker oleh Harman Kardon

Xiaomi 12T Pro hadir sebagai salah satu smartphone dengan kualitas stereo speaker terbaik di kelasnya. Speaker Hp ini terletak di bawah bodi dan juga di atasnya. Malahan, speaker atas turut dibantu dengan earpiece yang mengeluarkan suara dua channel.

Speaker ponsel bekerja sama dengan Dolby Atmos yang dapat meningkatkan kualitas suara. Pengguna bisa menyetel equalizer sesuai dengan kebutuhan. Lebih lanjut lagi, speaker pada HP ini juga merupakan hasil racikan dari perusahaan audio ternama, yakni Harman Kardon.

Pengguna bisa memilih preset efek audio seperti dynamic, video, musik, dan voice atau suara vokal. Kemudian pada equalizer-nya, pengguna bisa memilih preset yang terbagi dalam beragam genre, seperti rock, jazz, pop, classical, hip hop, blues, electronic, dan metal.

Menurut pengujian GSM Arena, suara yang dihasilkan speaker ponsel cukup lantang dengan respons frekuensi yang baik. Disebutkan pula bahwa HP ini mendapatkan skor kelantangan -24.1 LUFS, meraih predikat “Very Good” alias sangat baik.

5. Hadir dengan Android 12 Berselimutkan MIUI 13, Kaya akan Fitur dan Kustomisasi

Jika mencari ponsel yang tawarkan fitur kustomisasi beragam, Kamu tidak akan kecewa dengan MIUI 13 yang dimiliki Xiaomi 12T Pro. Antarmuka berbasiskan Android 12 tersebut memang hanya sedikit berubah dibandingkan MIUI 12, namun performanya tetap salah satu yang terbaik.

Melakukan navigasi di antarmuka terasa begitu menyenangkan, dan banyak aspek dalam smartphone yang bisa Kamu ubah sesuai selera. Tema, home screen, wallpaper, widget, animasi pergantian jendela, dan masih banyak lagi. Bahkan, pengguna bisa mengatur animasi fingerprint scanner.

Layar AMOLED di HP ini mendukung fitur Always on Display, dan pengguna diizinkan memilih untuk tampilkan beragam aset grafis yang menyenangkan. Informasi jam dan menit yang ditampilkan bisa berada dalam bentuk analog atau digital. Kamu pun bisa memilih untuk tampilkan quotes saat layar ponsel mati.

Saat membuka kunci layar menggunakan sensor sidik jari, menahan jari dengan lebih lama akan mengakses shortcut. Akan tetapi, shortcut tersebut tidak dapat disetel untuk membuka aplikasi lain. Hanya dapat mengakses QR Scanner.

6. Kemampuan Fast Charging 120 W yang Handal

Xiaomi 12T Pro sendiri dilengkapi dengan kapasitas baterai 5.000 mAh. Kemampuan pengisian daya ini hadirkan durasi begitu cepat melalui port USB Type-C.

Untuk dapat tiba pada kondisi baterai penuh dari nol, hanya memakan waktu sekitar 29 menit saja. Perangkat juga menawarkan fitur boost charge yang dapat meningkatkan kecepatan isi daya tersebut. Tapi, saat boost charge aktif, kondisi layar ponsel harus benar-benar dalam keadaan mati guna menghindari overheating.

Fitur boost charge tersebut membutuhkan waktu 23 menit untuk isi baterai dai 0-100%. Yang menariknya lagi, casan dan kabelnya sudah termasuk dalam paket penjualan. Ini tentu berbanding terbalik dengan iPhone dan sebagian mid-range Samsung yang charger-nya dijual terpisah.

7. Desain Bodi Menawan

Desainnya tidak neko-neko, cukup dengan modul kamera yang mengandung lensa besar sebagai sensor utama, serta dua lensa kecil di bawahnya sebagai kamera pendamping. Di sebelahnya, ada lampu LED Flash yang dapat membantu penerangan saat pemotretan malam hari.

TechTablets berucap bahwa bodi belakang yang terbuat dari material kaca ini terasa begitu halus dan nyaman digenggam. Meski demikian, sayangnya bahan material frame-nya “turun kasta” yang semula metal pada Xiaomi 11T Pro, kini hanya plastik polikarbonat.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan bahan plastik ini. Cuman, untuk HP di kelas harga tinggi, bahan plastik tidak sebaik metal untuk berikan sensasi premium. Karena hal ini, TechTablets berucap kalau Xiaomi 12T Pro tidak senyaman Xiaomi 12 series ketika digenggam.

Terlepas dari semua itu, bodi Xiaomi 12T Pro tetap terasa dirancang dengan baik dan solid. Varian warna-warnanya yang mencakup hitam, perak, dan biru sungguh melengkapi desain modul kameranya.

Kekurangan Xiaomi 12T Pro

Terlepas dari kelebihannya, ada sejumlah hal yag mesti Kamu perhatian sebelum memutuskan untuk beli Xiaomi 12T Pro. Yakni, seperti yang dibawah ini.

1. Ketahanan Baterai yang Kalah Saing

Sebagai ponsel yang hadir dengan kapasitas baterai 5.000 mAh, tentu pengguna mengharapkan ketahanan yang menakjubkan. Sayang sekali, menurut GSM Arena, ketahanan baterai ini tidak sebaik yang diduga.

Hadir dengan Snapdragon 8+ Gen 1 sebagai chipset-nya, mestinya ada peningkatan efisiensi daya. Namun nyatanya, ketahanan baterai tidak lebih baik dari Xiaomi 11T series yang jadi pendahulunya. Bahkan, Xiaomi 12T reguler masih mencetak durasi ketahanan lebih lama.

Diketahui, Xiaomi 12T Pro hanya memiliki endurance rating dengan skor 91 jam. Skor ini mewakili durasi ketahanan 26 jam 30 menit saat panggilan telepon, 11 jam 6 menit saat browsing, dan 17 jam saat video playback.

Penulis berpendapat, endurance rating di bawah 100 jam sungguh terbilang boros baterai dan sebaiknya dihindari. Apalagi jika Kamu berniat gunakan ponsel untuk mobilitas tinggi. Xiaomi 12T reguler yang jadi “adik”-nya justru meraih skor endurance rating lebih baik, yakni 104 jam.

2. Tanpa Kamera Telefoto dan Telemakro

Tampaknya, ada bagusnya juga Xiaomi 12T Pro dikemas dengan kamera 200 MP. Tidak ada cara bagi Anda menghasilkan kualitas foto baik sembari zoom, kecuali dengan memanfaatkan cropping pada hasil foto 200 MP.

Ini karena ponsel tidak dilengkapi dengan kamera telefoto, sehingga melakukan zoom lossless secara optikal menjadi mustahil di HP ini. Kamu masih bisa melakukan zoom digital melalui kamera utamanya, namun detail yang tertangkap akan mengalami kemunduran dibandingkan tanpa zoom.

Selain telefoto, Xiaomi 12T Pro juga kini hanya dibekali dengan lensa makro biasa alih-alih telemakro seperti pada Xiaomi 11T series. Alhasil, kualitas hasil foto makro tidak sebaik pendahulunya.

3. Tanpa Gorilla Glass Victus + IP Rating Kalah Saing

Selain menggantikan lensa telemakro menjadi makro saja pada Xiaomi 12T Pro, ponsel ini juga alami penurunan pada ketahanan bodinya. Tidak hanya hadir dengan frame plastik alih-alih metal seperti Xiaomi 11T Pro, ponsel ini juga tidak lagi gunakan Gorilla Glass Victus.

Gorilla Glass VIctus ini sanggup mengurangi risiko kerusakan ketika ponsel terjatuh dari ketinggian 2 meter. Entah mengapa, Xiaomi 12T Pro malah dikemas dengan Gorilla Glass 5 yang dua generasi lebih lawas dari Victus.

Bukan itu saja, ponsel ini juga tidak seperti sejumlah pesaingnya yang tahan ketika tercebur pada kedalaman air tertentu. IP Rating pada Xiaomi 12T Pro hanyalah IP53. Artinya, ponsel hanya dapat terlindungi dari percikan air, seperti gerimis atau tumpahan tetesan air minum.

Ini tentu kontras dengan sejumlah HP mid-range dan flagship killer yang sudah pakai IP67 atau IP68, contohnya seperti sejumlah Galaxy A series keluaran tahun 2022.

4. Tanpa Wireless Charging

Jika melansir dari harga rilisnya di Eropa, ponsel ini dipatok dengan harga Rp11,3 jutaan. Artinya, ia sudah berada di rentang harga yang tepat untuk memiliki wireless charging. Tapi naas, HP ini nyatanya hanya didukung dengan pengecasan 120 W biasa alias wired charging.

Padahal, menggunakan metode pengecasan nirkabel punya beberapa keuntungan. Lubang soket Type-C jadi lebih terjamin keawetannya. Dengan pakai wireless charging, lubang tidak akan terlalu sering terhubung dengan kabel sehingga bisa terhindar dari isu wear and tear.

 

Cek Artikel Xiaomi.co.id lainnya di Google News