Kelebihan dan Kekurangan POCO F5 Pro

POCO F5 Pro jadi salah satu ponsel yang menarik atensi warganet. Penyebabnya adalah HP kelas atas ini membawa fitur yang belum pernah ada pada POCO F Series sebelumnya. Bukan soal performayang sudah jadi ciri khas HP POCO.

Melainkan soal fitur premium pengisian daya secara nirkabel (wireless charging). Belum banyak HP kelas atas yang punya dukungan wireless charging. Selain itu, POCO F5 Pro juga jadi HP POCO pertama yang punya layar dengan resolusi 2K (QHD+).

Dua hal di atas memang bukan fitur esensial, tetapi mampu meningkatkan daya tawar sang ponsel. Masih banyak kelebihan yang dimiliki POCO F5 Pro.

Dalam artikel ini, Xiaomi pun akan membahas secara lengkap kelebihan dan kekurangan POCO F5 Pro. Simak poin-poin berikut ini.

Spesifikasi POCO F5 Pro

Kelebihan dan Kekurangan POCO F5 Pro

  • Layar AMOLED 6.67 inci
  • Chipset Qualcomm Snapdragon 8+ Gen 1
  • RAM 8 GB, 12 GB
  • Memori Internal 256 GB, 512 GB
  • Kamera 64 MP (wide) 8 MP (ultrawide) 2 MP (macro)
  • Baterai Li-Po 5160 mAh

Spesifikasi selengkapnya…

Kelebihan POCO F5 Pro

POCO F5 Pro dirancang sebagai HP dengan performa kelas atas yang harganya relatif terjangkau. Namun, bukan berarti HP ini meninggalkan fitur-fitur yang semestinya ada pada ponsel flagship.

1. Desain Bodi yang Enak Digenggam

Kelebihan dan Kekurangan POCO F5 Pro

Pada POCO F5 Pro desainnya biasa saja. Tidak ada sesuatu yang membuatnya istimewa alias desainnya generic. Namun, ada dua hal yang mungkin akan disukai oleh sebagian orang.

Pertama, penutup belakang POCO F5 Pro memiliki bentuk yang melengkung. Lengkungan akan menoleransi ketebalan bodi HP yang mencapai 8,59 mm. Dampaknya ada pada impresi genggam yang nyaman di tangan.

Kedua, layar HP ini flat alias datar. Mungkin banyak orang yang suka layar melengkung karena terlihat lebih estetik. Namun, percayalah, mencari tempered glass untuk layar melengkung lebih susah ketimbang layar flat.

Hal positif lain yang ada pada desain POCO F5 Pro adalah masih ada IP rating, setidaknya IP53. Sertifikasi ini akan memberi rasa tenang bagi pengguna saat ponselnya terkena debu atau percikan air dari rintik hujan.

Adapun POCO F5 Pro menggunakan material kaca pada penutup belakangnya, plastik pada rangkanya, dan Gorilla Glass 5 yang melapisi layarnya. Penutup belakang HP ini memiliki finishing glossy untuk dua varian warna: Hitam dan Putih

2. Layar 2K yang Tajam

Layar AMOLED dengan bentang 6,67 inci mengisi bagian depan POCO F5 Pro. Resolusinya terbilang tinggi yakni 2K atau bisa disebut juga dengan Quad HD+ (1440 x 3200 piksel).

Resolusi tinggi memang mampu sajikan visual dengan detail bagus, tetapi konsumsi dayanya cenderung boros.

Untungnya resolusi 2K tidak aktif secara default. Resolusi yang aktif adalah Full HD+ dan itu sudah lebih dari cukup. Spesifikasi lain yang ada pada layar POCO F5 Pro adalah refresh rate 120 Hz dan touch sampling rate 480 Hz.

Layar HP ini juga mendukung fitur peredupan 1920Hz PWM. Fitur ini mampu mengurangi kedipan layar saat disetel pada tingkat kecerahan yang rendah.

Soal tingkat kecerahan, layar POCO F5 Pro diklaim bisa sampai 500 nit saat di dalam ruangan, 1000 nit di luar ruangan, dan 1400 nit ketika memutar konten HDR. Banyak penguji merasa puas dengan kualitas tampilan layar POCO F5 Pro.

3. Speaker Stereo dan Haptic Feedback yang Memuaskan

Audio yang diproduksi POCO F5 Pro keluar dari speaker stereo berjumlah dua. Speaker utama posisinya ada di bawah, sedangkan speaker sekundernya berfungsi juga sebagai earpiece. Keluaran suaranya terbilang bagus di seluruh rentang volume. Begitu menurut Aleksandar Anastasov.

Pokoknya suara yang dikeluarkan speaker stereo POCO F5 Pro mampu memanjakan telinga saat menonton konten. Millares juga mengapresiasi kualitas haptic feedback sang ponsel. Bagi dia, getaran yang ditimbulkan mantap dan akurat.

Ada variasi kekuatan getaran berdasarkan aktivitas pengguna. Getaran yang timbul – misalnya pada aktivitas mengetik, membuka kunci layar, dan menghidupkan ponsel – terasa berbeda. Detail yang seperti ini menciptakan kesan premium.

4. Performa Jempolan

POCO F5 Pro ditenagai SoC atau chipset Snapdragon 8+ Gen 1 dari Qualcomm. SoC ini memang bukan yang paling gres. Namun, performa dan efisiensinya yang bagus membuat POCO yakin untuk menggunakannya.

Snapdragon 8+ Gen 1 memiliki komponen utama delapan core CPU dan unit pengolah grafis Adreno 730 (980 MHz). Delapan core CPU ini memakai mikroarsitektur asli Cortex-X2 (1 unit; 3 GHz), Cortex-A710 (3 unit 2,5 GHz), dan Cortex-A510 (4 unit; 1,8 GHz).

Selain dua komponen itu, ada beberapa komponen lain seperti prosesor AI, prosesor gambar, dan modem 5G. Semuanya digabung menjadi satu chipset.

POCO F5 Pro menggunakan Snapdragon 8+ Gen 1 bersama RAM LPDDR5 dan penyimpanan UFS 3.1. Di pasar global tersedia unit dengan varian memori 8/256 GB, 12/256 GB, dan 12/512 GB.

Pada AnTuTu 9, POCO F5 Pro meraih skor 1.057.338. Di aplikasi GeekBench 6, HP ini mendapat skor single-core 1298 dan 3887 pada skenario multi-core.

Sayangnya, banyak penguji yang tak bisa mengetes kemampuan GPU di aplikasi 3DMark karena HP ini membloknya.

5. Kamera Utama yang Oke

Konfigurasi kamera belakang POCO F5 Pro tidak mengalami perubahan. Terdapat tiga kamera yang nangkring di bagian buritan.

Masing-masing adalah kamera utama 64 MP (f/1.79), kamera ultrawide 8 MP (f/2.2), dan kamera makro 2 MP (f/2.4). Hanya kamera utama yang dilengkapi autofokus dan OIS.

Sementara itu, kamera depannya memiliki resolusi 16 MP dengan bukaan (f/2.45), 4 MP lebih kecil dibanding POCO F4 GT.

Terkait perekaman video, kamera utama si ponsel dapat meraih resolusi maksimum 8K di frame rate 24 fps. Resolusi 4K 60 fps dan 1080p 60 fps juga bisa.

Kamera ultrawide bisa juga dipakai buat merekam, tetapi resolusinya mentok di 1080p 30 fps. Kalau kamera depan bisa 1080p 30/60 fps.

Jon Mundy dari Trusted Reviews menilai bahwa hanya kamera utamanya yang bisa hasilkan foto oke. Itu pun dalam kondisi cahaya yang cukup.

6.Baterai Awet, Didukung Wireless Charging

POCO F5 Pro dipersenjatai baterai yang kapasitasnya 5160 mAh. Dalam pengujian yang lebih serius, POCO F5 Pro disebut dapat bertahan selama 22 jam 45 menit pada skenario pemutaran video lokal 1080p. HP disetel dengan tingkat kecerahan 50%, mode pesawat diaktifkan, dan volumenya 0.

Baterai POCO F5 Pro yang awet itu didukung teknologi pengisian cepat 67W. Menurut klaim POCO, mengecas 0-50% dengan charger kabel butuh waktu 15% saja. Klaim itu hanya selisih 5 menit dari pengujian yang dilakukan Jon Mundy.

Dalam tes yang dia lakukan, 0-50% dicapai dalam waktu 20 menit. Sementara itu, 0-100% butuh waktu 56 menit. Adapun POCO F5 Pro juga mendukung pengisian cepat nirkabel 30W. Namun, charger nirkabel mesti dibeli sendiri.

7. Paket Penjualan Lengkap

POCO F5 Pro termasuk ponsel yang belum terdampak dengan tren HP kelas atas. Pasalnya, paket penjualan HP ini masih terhitung lengkap.

Selain unit smartphone-nya, yang bakal didapat konsumen adalah SIM ejector, softcase, kabel USB C, dan kepala charger 67W.

Dengan paket penjualan yang lengkap, Kamu tak perlu keluar duit lagi untuk membeli softcase dan charger secara terpisah. Hal ini tentu menguntungkan bagi konsumen.

Kekurangan POCO F5 Pro

Status POCO F5 Pro memang masuk dalam jajaran teratas dalam hierarki HP POCO. Akan tetapi, HP ini memiliki beberapa kekurangan sebagai akibat dari harganya yang relatif terjangkau.

1. Bodi Agak Berat dan Licin

POCO F5 Pro bukan smartphone yang ringan. Bobot HP ini sudah mencapai 204 gram. Sebagian orangn mungkin akan mudah lelah ketika menentengnya sang ponsel dalam waktu lama. Orang perlu beradaptasi agar terbiasa memakainya.

Kasus itu lain cerita dengan permukaan belakang HP ini yang memiliki finishing glossy. Di satu sisi, finishing glossy mampu menciptakan kesan mahal karena bersifat reflektif. Namun, di sisi lain, permukaan glossy membuat noda sidik jari dan minyak mudah menempel.

Pengguna harus sering-sering mengelap sang ponsel supaya penampilannya tidak dekil. Selain itu, beberapa penguji menuturkan bahwa penutup belakang POCO F5 Pro juga agak licin.

2. Kualitas Foto low Light dan Kamera Pedamping Kurang Oke

Jon Mundy dari Trusted Reviews telah menjelaskan bahwa kamera utama POCO F5 Pro masih bisa diandalkan asalkan dalam kondisi cukup cahaya. Saat kamera tersebut dipakai di kondisi kurang cahaya, foto yang dihasilkan tidak keren.

Dengan mode malam dan dibantu OIS, foto low light memang minim blur. Hanya, kata Mundy, karena ukuran sensor kamera utama yang kecil, element foreground gagal ditampilkan dengan jelas. Sebagai informasi, kamera utama POCO F5 Pro menggunakan sensor Omnivision OV64B dengan ukuran 1/2 inci.

Jon Mundy juga kurang puas dengan hasil tangkapan kamera ultrawide sang ponsel yang kurang dalam hal detail, tone warna, dan rentang dinamis.

Untuk kamera makro, foto yang dihasilkan mencerminkan kualitas kamera beresolusi 2 MP. Terakhir, foto jepretan kamera depannya biasa-biasa saja. Namun, warna kulit yang ditampilkan tampak pudar.

3. Software Ada Bloatware, Update Kurang Panjang

POCO F5 Pro datang dengan sistem operasi Android 13 yang dibubuhi antarmuka MIUI 14 untuk POCO. Luis Miguel Millares sebenarnya suka dengan software HP ini.

Alasannya karena transisinya mulus, navigasi terasa cepat, dan pengguna memiliki akses yang banyak untuk mengubah tampilannya. Hanya saja, Millares lebih suka jika bloatware alias aplikasi prainstal yang diselipkan tidak banyak.

Catatan lain terkait software POCO F5 Pro adalah update-nya yang kalah saing dengan produsen-produsen lain, khususnya buat HP flagship. Pasalnya, POCO hanya menawarkan dua kali peningkatan sistem operasi dan 3 tahun pembaruan sistem keamanan.

Sudah semestinya HP flagship diberikan update yang lebih panjang. Beberapa kompetitor di level harga yang sama sudah berani memberikan update sampai 5 tahun.

 

Cek Artikel Xiaomi.co.id lainnya di Google News