Yuk Baca, Kelebihan dan Kekurangan HP Gaming Black Shark 4

Upaya Xiaomi di pasar smartphone gaming pun tampak serius. Pasalnya, mereka tak pernah abesen meluncurkan produk setiap tahun sejak 2018. Perjalanan mereka pun sampai pada tahun keempat, ketika HP Black Shark 4 melenggang ke pasaran. Ponsel ini tiba di Indonesia pada juli 2021.

Black Shark 4 terlihat memiliki desain kalem. Xiaomi tampaknya ingin agar sebuah ponsel gaming bisa cocok dipakai semua orang. Hal unik lagi dari Black Shark 4 adalah keberadaan dua tombol magnetik fisik di sisi kanan ponsel, layaknya sebuah joy stick.

Masih ada banyak hal unik yang dimiliki ponsel flagship ini, tentu saja. Xiaomi pun akan coba mengulasnya dalam artikel ini, disertai beberapa catatan yang harus Kamu perhatikan.

Tujuan kami tidak lain untuk menyampaikan informasi secara menyeluruh sebelum Kamu menilai HP ini. Serta menjadi salah satu referensi bagi Kamu yang sedang mencari HP gaming terbaik. Baiklah, simak pembahasannya sampai habis, dimulai dari sajian spesifikasi singkat Black Shark 4 sebagai berikut.

Spesifikasi Black Shark 4

Yuk Baca, Kelebihan dan Kekurangan HP Gaming Black Shark 4

  • Layar: Super AMOLED 6.67 inci
  • Chipset: Qualcomm Snapdragon 870
  • RAM: 6 GB, 8 GB
  • Memori Internal: 128 GB
  • Kamera: 48 MP (wide) 8 MP (ultrawide) 5 MP (macro)
  • Baterai: Li-Po 4500 mAh

Spesifikasi selengkapnya…

Kelebihan Black Shark 4

Ada hal baru yang dimunculkan produsen setiap kali melahirkan ponsel anyar. Hal baru itu umumnya merupakan sebuah kelebihan yang menjadi key selling point. Nah, beberapa poin di bawah ini adalah ragam kelebihan yang dimiliki Black Shark 4.

1. Desain Minimalis

Yuk Baca, Kelebihan dan Kekurangan HP Gaming Black Shark 4

Desain Black Shark 4 lebih kalem daripada pendahulunya, Black Shark 3. Tiada lagi aksen mencolok sebagaimana HP gaming pada umumnya. Nuansa gaming pada HP ini sebetulnya masih tercermin pada penutup belakangnya yang berbahan polikarbonat.

Hal itu terlihat dari adanya efek hologram yang muncul jika penutup belakangnya mendapatkan terpaan cahaya. Saking kalemnya desain Black Shark 4, lampu RGB dihilangkan. Di Black Shark 3.

Tidak ada apa-apa lagi di penutup belakang HP ini selain modul kamera memanjang dengan isi tiga lensa kamera dan satu lampu flash. Modul kamera ini sedikit menonjol keluar.

Geser ke bagian samping, HP ini memakai rangka aluminium. Sisi kanan rangka terdapat tombol power yang menyatu dengan pemindai sidik jari. Ada juga dua tombol magnetik fisik alias gaming triggers. Pembahasan khusus tombol magnetik fisik ada di poin berikutnya.

Lanjut ke sisi bawah, ada mikrofon, jack audio 3,5 mm, port USB C, dan lubang speaker. Di sisi kiri ada laci dua kartu nano-SIM tanpa microSD, mikrofon, serta tombol pengatur volume. Sementara itu, sisi atas HP ini ada mikrofon ketiga dan speaker sekunder.

Balik ke depan, Black Shark 4 punya layar bergaya punch hole, dengan lubang kamera depan di tengah-atas. Di atas kamera depan ada earpiece. Gaya layar HP ini memang tak seperti Black Shark 3 dan ponsel gaming lain pada umumnya yang mempertahankan bezel tebal.

2. Tombol Mekanik dan Fitur Gaming

Yuk Baca, Kelebihan dan Kekurangan HP Gaming Black Shark 4

Sisi kanan rangka Black Shark 4 cukup spesial dengan adanya dua tombol fisik magnetik. Black Shark menyebut tombol ini dengan istilah Magnetic Pop-up Triggers. Tombol ini bisa muncul setelah Kamu membuka kunciannya. Letak kunciannya ada di samping tombol.

Black Shark 4 pun menjadi ponsel Black Shark pertama yang mengusung fitur ini. Fungsi dua tombol ini jelas untuk memunculkan aksi tertentu ketika Kamu sedang bermain gim, mirip seperti L1 dan R1 pada joystick Play Station.

Uniknya, kedua tombol tersebut bisa digunakan untuk macam-macam fungsi di luar main gim. Misalnya, tombol yang bawah dapat digunakan sebagai shutter saat memfoto.

Sementara itu, tombol yang atas bisa dipakai untuk melakukan tangkapan layar (screenshot). Masih ada banyak fungsi lain yang bisa dikustomisasi sesuka hati.

Selain tombol Magnetic Pop-up Triggers, Black Shark 4 dibekali aplikasi Shark Space 4.0. Aplikasi ini semacam pintasan ke berbagai gim yang sudah dipasang di HP, serta berbagai macam optimasi. Di aplikasi ini, Kamu bisa memilih tiga mode performa.

Tiga mode itu yakni balance, solarcore, dan ludicrous. Mode yang terakhir disarankan jika HP dipakai main gim. Melalui Shark Space pula, Kamu dapat melihat kondisi jaringan, fps gim, serta berapa persen overall performance load yang dipakai ketika menjalankan sebuah gim.

Selanjutnya, Shark Space juga memungkinkan Kamu untuk menyetel notifikasi dalam bentuk floating windows seperti iklan lewat (bullet screen notification). Dengan begitu, Kamu tak harus keluar gim untuk mengetahui notifikasi apa yang masuk. Di sisi lain, notifikasi yang masuk tidak menganggu Kamu yang tengah asyik main gim.

3. Tampilan

Sektor tampilan Black Shark 4 diperkuat oleh panel AMOLED E4 6,67 inci, resolusi yang diusung adalah 1080 x 2400 piksel alias Full HD+.

Material E4 diklaim 15% lebih hemat konsumsi daya ketimbang E3. Walau konsumsi dayanya turun, E4 justru mampu menghasilkan tingkat kecerahan, kontras, dan akurasi yang lebih baik.

Black Shark pun mengklaim bahwa layar Black Shark 4 tembus ruang warna (gamut) 105% DCI-P3, punya rasio kontras 5.000.000:1, dan mendukung HDR10+. Layar ponsel ini juga mampu mencapai level kecerahan puncak 1300 nit ketika menyetel konten HDR.

Yang keren lagi, layar Black Shark 4 mendukung laju penyegaran (refresh rate) 144 Hz, berikut touch sampling rate 720 Hz! Angka touch sampling rate tersebut membuat Black Shark 4 jadi ponsel dengan layar paling responsif hingga artikel ini ditulis. Touch sampling rate yang tinggi akan sangat membantu saat Kamu memainkan gim yang butuh kecepatan.

4. Performa

Black Shark 4 memakai SoC dari Qualcomm, yaitu Snapdragon 870. SoC dengan litografi 7 nm ini sebetulnya adalah chipset flagship 2020, Snapdragon 865+, yang sedikit dipoles. Pemolesan chipset delapan inti ini ada pada CPU, L2 cache, dan GPU.

Di bagian CPU, satu core performa Kryo 585 Prime (berbasis Cortex A77) ditingkatkan frekuensinya menjadi 3,2 GHz. Pada Snapdragon 865+, core performa yang sama hanya disetel 3,1 GHz. Di luar core performa, setelannya masih sama. Yaitu tiga core medium Kryo 585 Gold (Cortex A77) 2,42 GHz, serta empat core efisiensi Kryo 585 Silver (Cortex A55) 1,8 GHz.

Selanjutnya, L2 cache chipset ini punya ukuran 1,8 MB, lebih besar 0,8 MB ketimbang milik saudaranya. Soal GPU, Snapdragon 870 masih memakai Adreno 650. Namun, frekuensinya meningkat jadi 675 MHz, tidak lagi 645 MHz. Beberapa pemolesan tersebut diklaim dapat membuat Snapdragon 870 lebih ngebut.

Di sisi lain, tidak diketahui mengapa Black Shark 4 tidak menggunakan chipset Snapdragon 888 yang lebih baru. Kami menduga, Snapdragon 870 dipilih untuk menekan biaya produksi sekaligus menghindari isu panas berlebih yang dialami beberapa HP premium dengan SoC Snapdragon 888.

5. Baterai dan Pengisian Daya

Black Shark 4 hanya puny baterai 4500 mAh. Ukuran ini memeang tidak kecil, tetapi cukup untuk standar masa kini.

Pada pengujian yang dilakukan Jagat Review, Black Shark 4 bisa memutar video lokal (1080p) selama 21 jam 45 menit dalam mode refresh rate 60 Hz. Jika refresh rate disetel 144 Hz, durasi jadi 20 jam 36 menit.

Nah, yang tidak kalah menarik adalah seberapa cepat pengisiannya. Black Shark 4 memang mendukung teknologi pengisian cepat hingga 120W. Hanya saja, charger yang disertakan dalam paket penjualan ber-output 67W. Meski output-nya hanya sekitar setengah dari 120W, nyatanya charger ini cukup kencang.

Pasalnya, waktu yang dibutuhkan untuk mengisi baterai dari keadaan kosong sampai terisi 50% cuma 9 menit. Sementara itu, waktu yang dibutuhkan untuk mengecas dari 0 sampai 100% hanya memakan waktu 28 menit.

6. Suara Speaker Lantang

Black Shark 4 konfigurasi speaker stereo, satu di rangka bawah sedangkan yang lain di rangka atas. Sayangnya, posisi speaker tidak menghadap ke atas (front firing) sebagaimana Black Shark 3. Hal ini membuat suara tidak langsung menuju pengguna.

Meski begitu, suara yang dihasilkan cukup lantang dan berkualitas karena disetel oleh DTS dan Cirrus Logic.

Berdasarkan pengetesan yang dilakukan GSM Arena, speaker Black Shark 4 mencatat skor kelantangan -27,4 LUFS (Loudness Unit Full Scale). Skor ini masuk kategori bagus. Suaranya jernih, elemen vokalnya nyaring, bassnya juga terdengar

7. Kamera

HP gaming memang tidak dirancang untuk punya kemampuan fotografi yang sip. Maka tidak heran bila Kamu belum menemui HP gaming yang kameranya punya fitur eksklusif semacam lensa periskop telefoto atau penstabil gambar berbasis optik (OIS).

Begitu juga dengan Black Shark 4 yang konfigurasi kameranya biasa saja. Di sektor belakang, HP ini punya tiga kamera yang terdiri atas kamera utama 48 MP f/1.8, kamera ultrawide 8 MP f/2.2, dan kamera makro 5 MP f/2.4, AF. Kamera utamanya diketahui menggunakan sensor bikinan Sony, yaitu Sony IMX582 Exmor RS.

Si pendahulu, Black Shark 3, juga punya tiga kamera belakang. Hanya saja, resolusi yang dipakai Black Shark 4 mengalami penurunan, khususnya pada kamera utama (dari 64 MP jadi 48 MP) dan kamera ultrawide (dari 13 MP ke 8 MP). Selain itu, kamera ketiga Black Shark 3 adalah sensor kedalaman 5 MP f/2.2, bukan kamera makro.

Adapun di sektor depan Black Shark 4 memiliki kamera swafoto 20 MP, f/2.0. Seluruh kamera belakang Black Shark 3 dapat dipakai untuk merekam video, resolusi tertingginya adalah 4K pada 30 atau 60 fps. Sementara itu, kamera swafoto HP ini bisa menghasilkan video pada resolusi puncak 1080p 30 fps.

Kekurangan Black Shark 4

Setiap perubahan yang ditawarkan produsen tentu menimbulkan pro dan kontra. Kelompok kontra akan menilai bahwa perubahan justru menjadi kekurangan dari suatu produk. Nah, beberapa poin dibawah ini adalah hal-hal yang kurang dari Black Shark 4 , baik itu yang sifatnya perubahan maupub yang sudah ada sejak lama.

1. Sisi Minor Desain

Posisi SoC pada Black Shark 4 dipindah agak ke atas, dekat dengan kamera belakang. Posisi ini dianggap kurang ideal karena membuat tangan kiri gamers bakal tidak nyaman. Penyebabnya ada dua.

Pertama, jelas karena bagian kiri ponsel (saat mode landscape) akan lebih panas dahulu ketimbang sisi kanannya.

Kedua, jika pengguna memakai aksesori kipas eksternal FunCooler (dibeli secara terpisah), posisinya harus digeser agak ke atas menyesuaikan di mana tempat SoC berada alias titik terpanas.

Hal ini membuat area genggam tangan kiri bakal terbatas, bahkan pengguna harus ikut menggenggam si kipas sambil memainkan gim.

2. IP Rating

Sisi minro dari desain Black Shark 4 bukan cuma soal penempatan Soc dan pemilihan bahan untuk penutup belakang. Ketiadaan IP rating alias sertifikasi ketahanan juga merupakan sisi minor desain HP ini.

Karena tidak punya sertifikasi ketahanan debu maupun air, HP ini sangat disarankan untuk tidak dipakai sembarangan.

Terkena cipratan air mungkin masih bisa ditoleransi, tetapi tidak dengan menyelam di dalam air. Kendati demikian, kanal YouTube Jerry Rig Everything menemukan lapisan antiair saat membongkar Black Shark 4. Lapisan tersebut terdapat pada speaker, baik speaker bawah maupun atas.

3. Sisi Minor Kamera

Kemampuan kamera Black Shark 4 bisa dikatakan cukup bagus mengingat HP ini bukan ditujukan untuk fotografi. Namun, ada beberapa catatan yang harus Kamu perhatikan.

Pertama, saat Kamu merekam video dengan kamera belakang, fitur penstabil elektronik alias EIS memang aktif di berbagai resolusi.

Bahkan ketika merekam video 4K 60 fps pun videonya terasa distabilkan. Hanya saja, berdasarkan pengujian Jagat Review, EIS justru tidak aktif pada resolusi 4K 30 fps. Menurut Jagat Review, hal itu hanya masalah bug software.

Berbeda dari kamera belakang, kamera depan justru tak punya EIS. Alhasil, rekaman videonya pun goyang-goyang jika HP hanya dibawa dengan tangan.

 

 

Cek Artikel Xiaomi.co.id lainnya di Google News